History of Lajnah Imaillah Indonesia

Last updated: 21 September 2025 11:14

BySofia Farzanah

The Ahmadiyya Muslim Community is an Islamic organization or movement founded by Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (peace be upon him) in 1889 CE (1306 AH). He was born in 1835 AH in Qadian, India, and died 73 years later, in 1908 CE.

Following his death, the leadership of the Ahmadiyya Muslim Community continued under the Khilafat (Caliphate) system. To date, there have been five Caliphs who have led the spread of Ahmadiyya Islam in 213 countries worldwide. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (may Allah be pleased with him) is the fifth Caliph, who currently leads the organization.

On December 25, 1922 CE, Hadhrat Khalifatul Masih II (may Allah be pleased with him) established the "Lajnah Imaillah," which means "Women Servants of Allah." Lajnah Imaillah itself is the term for female members of the Ahmadiyya Community aged 15 and over. Meanwhile, female Ahmadiyya members aged 7-15 are called "Nasirat," and those aged 0-7 are called "Banath."

The purpose of establishing the Lajnah Imaillah is to enable Ahmadi women to receive religious instruction and become good sisters, good daughters, good mothers, and good wives. This body was established as a structure to train, develop, and enhance religious and academic knowledge, acquire skills and fitness, manage trade and industrial affairs, and develop the financial capabilities of women within the Ahmadiyya Community. This body was established with the noble aim of raising awareness among women of their important status and significant responsibilities within this religious organization. Furthermore, it focuses on their duties towards humanity, contributing to the communities in which they live, and providing guidance to future generations. Hazrat Khalifatul Masih II (may Allah be pleased with him) always considered the improvement of women, as he said, “If fifty percent of mothers can be improved, the Community will progress.” Currently, the Lajnah Imaillah of the Ahmadiyya Community in Indonesia has grown and developed in various regions. There are 332 branches across Indonesia, from Aceh to Papua. As Lajnah Imaillah Indonesia approaches its 90th anniversary, the History Writing Team will launch a history book on Lajnah Imaillah, which will be launched soon.

Kontributor : Rahma Roshadi

source https://wartaahmadiyah.org/sejarah-lajnah-imaillah-indonesia.html

Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah organisasi atau gerakan dalam Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad alaihissalaam pada tahun 1889 M (1306 Hijriyah). Beliau lahir pada 1835 H di Qadian, India, dan wafat 73 tahun kemudian, 1908 M.

Setelah kewafatan beliau alaihissalaam, kepemimpinan Jemaat Ahmadiyah dilanjutkan di bawah nizam Khilafat. Hingga saat ini, sudah ada 5 sosok Khalifah yang memimpin penyebaran Islam Ahmadiyah di 213 negara seluruh dunia. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ayyadahullaahu taala binasrihil aziz adalah Khalifah ke-V, yang sedang memimpin hingga saat ini.

Pada tanggal 25 Desember 1922 M, Hadhrat Khalifatul Masih II radhiyallahu anhu mendirikan badan “Lajnah Imaillah” yang berarti “Perempuan Hamba Allah”. Lajnah Imaillah sendiri merupakan sebutan untuk anggota Jemaat Ahmadiyah perempuan yang berusia di atas 15 tahun. Sedangkan anggota perempuan Ahmadiyah yang berusia 7- 15 tahun disebut “Nasirat”, dan yang berusia 0 – 7 tahun dijuluki “Banath”.

Tujuan dibentuknya badan Lajnah Imaillah adalah supaya perempuan-perempuan Ahmadi mendapatkan pelajaran agama, menjadi saudara-saudara yang baik, anak-anak perempuan yang baik, ibu-ibu yang baik dan isteri-isteri yang baik.

Badan ini dibentuk dalam sebuah struktur untuk melatih, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan agama dan akademis, memperoleh keterampilan dan kebugaran, mengelola perdagangan dan urusan industri serta mengembangkan kemampuan keuangan kaum wanita dalam Jemaat Ahmadiyah.

Badan ini dibentuk dengan tujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan kesadaran di antara para wanita tentang status penting mereka dan tanggung jawab besar mereka dalam organisasi keagamaan ini. Selain itu, memfokuskan juga pada tugas-tugas mereka terhadap kemanusiaan, memberi kontribusi kepada masyarakat di mana mereka tinggal dan memberikan bimbingan kepada anak-anak generasi masa depan.

Hadhrat Khalifatul Masih II radhiyallahu anhu selalu memikirkan perbaikan kaum ibu, sebagaimana beliau bersabda, ”Jika lima puluh persen dari kaum ibu bisa diperbaiki, maka Jemaat akan maju”.

Saat ini, Lajnah Imaillah Jemaat Ahmadiyah Indonesia telah tumbuh dan berkembang  di berbagai daerah. Terdapat 332 cabang di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

Menjelang 90 tahun Lajnah Imaillah Indonesia, Tim Penulis Sejarah hendak meluncurkan buku sejarah Lajnah Imaillah yang akan di-launching segera.

Kontributor : Rahma Roshadi

Leave a Reply